Housing-Estate.com, Jakarta - Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf Esthy Reko Astuty mengatakan Indonesia harus mengembangkan konsep pariwisata hijau atau “green tourism” untuk pengembangan pariwisata dalam lima tahun ke depan.

“Konsep-konsep yang sedang tren dan berkembang di dunia itu yang sifatnya ‘go green’, ‘environmental friendly’, ‘sustainable’, dan halal. Itu harus jadi ‘concern’ dan perhatian kita,” kata Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan Indonesia juga harus membangun pariwisata berkonsep teknologi informasi yang kini juga sedang populer.

Esthy menekankan pemasaran pariwisata dengan membidik pihak-pihak yang paling berpengaruh dalam pengambilan keputusan yakni “women”, “youth”, dan “netizen”.

“Kita harus mengikuti tren-tren itu walaupun tetap ada segmen-segmen konvensional yang harus dijaga dan dipelihara,” ucapnya.

Pihaknya sendiri terus mengumpulkan masukan dan saran dari para pelaku industri pariwisata dan industri terkait untuk menyusun rencana panjang jangka menengah nasional di bidang pariwisata 2015-2019.

Menurut dia Indonesia harus menentukan “positioning” pariwisata dan ekonomi kreatif dalam rencana pembangunan nasional, baik jangka panjang maupun jangka menengah.

“Kita juga perlu sekaligus menentukan kerangka strategis pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif lima taahun ke depan,” tuturnya.

Konsep-konsep lain, menurut dia, juga harus menjadi bahan pertimbangan di antaranya wisata syariah, wisata olahraga, wisata kuliner, dan wisata fesyen khususnya fesyen Muslim. Ant.