Housing-Estate.com, Jakarta - Banyak faktor yang memengaruhi perkembangan anak, salah satunya suasana rumah dan lingkungannya. Karena itu rumah perlu nyaman, aman, dan tertata ruang-ruangnya. Khusus kamar anak, sebaiknya didesain tersendiri meski sederhana. “Fungsinya tetap sebagai ruang tidur, belajar dan bermain,” kata Seto Mulyadi atau Kak Seto, psikolog anak sekaligus Chairman Mutiara Indonesia Foundation. Desain kamar idealnya bisa merangsang kreatifvitas anak, yang bisa ditonjolkan melalui dinding, perabot, dan pernak-pernik di dalamnya. Desain tidak kaku dan monoton berupa garis-garis lurus dan serba kotak, tapi variatif baik warna maupun bentuknya, selaras dengan sifat anak-anak.

“Barang-barang di kamar tidak hanya berbentuk kotak-kotak tapi ada yang lengkung juga. Selain lebih menyenangkan, juga memotivasi anak lebih kreatif,” jelasnya. Sifat kreatif bisa menyangkut aktivitas motorik anak seperti menggambar, menulis, dan bermain musik selain berpikir. Sebab itu aplikasi warna pada kamar juga penting. “Jika susah menerapkan bentuk-bentuk lengkung, bundar, pada perabot atau aksesoris di kamar anak karena persoalan biaya dan lain-lain, aplikasi warna bisa jadi alternatif,” ujarnya. Warna memengaruhi jiwa, tingkah laku, dan suasana hati anak, serta menstimulir otak dan tubuhnya. Paling mudah, saput dinding kamar dengan warna-warna terang sesuai kepribadian anak yang ceria.

Tidak Kaku

Elemen interior seperti ambalan (rak) yang selama ini cenderung lurus kaku bisa diganti dengan bentuk lain seperti lingkaran dan bulat. “Elemen interior yang bulat, melengkung, atau lingkaran mengenalkan kepada anak sejak dini bahwa di dunia ini benda tidak mesti lurus. Jadi, anak tidak terpaku pada satu model benda,” kata Lincoln Bong, pemilik dan desainer interior Kids Republik, showroom produk interior untuk anak di Jakarta. Pada anak yang diberkati sifat kreatif yang tinggi, bentuk benda yang berbeda, tidak biasa, lebih fleksibel, dan berwarna itu akan memberinya pandangan yang lebih luas terhadap sesuatu, tidak didominasi oleh satu bentuk. Hasilnya, bisa mendorong si anak menghasilkan karya yang inovatif.

Ruang Berwarna

Pilihan gradasi warna-warna dasar yang cerah pada kamar, sebagai warna utama atau aksen, akan membantu anak untuk selalu bersikap ceria, positif dan bersemangat. Warna merah muda dan biru menjadi favorit untuk membedakan kamar anak perempuan dan laki-laki. Pilihan warna yang lebih kalem bisa diterapkan pada kamar anak yang sudah mulai besar. Bahkan, kombinasi warna ceria dan kalem bisa menghadirkan desain kamar yang tematik. Warna-warna muda seperti cokelat, krem, dan kuning muda misalnya, menciptakan suasana hangat dan nyaman pada anak, sehingga anak tidak terlalu energik dan aktif. Sapukan satu warna kalem itu pada salah satu bidang dinding, menyertai warna cerah pada bidang dinding lainnya.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh