Housing-Estate.com, Jakarta - Banyak jalan menuju Roma. Adagium ini cukup aktual bagi pemudik yang akan melakukan perjalanan menuju kampung halaman untuk merayakan hari raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh tanggal 25 Juni 2017. Cukup banyak alternatif jalan yang bisa digunakan menuju kampung halaman selain jalan tol.

Hal ini dikemukakan Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) Arie Setiadi Moerwanto. Ia menghimbau para pemudik di Pulau Jawa jangan selalu mengandalkan  jalan tol Trans Jawa . Kemenpupera juga menyiapkan jalan non tol di jalur Pantai Utara (Pantura), jalan lintas selatan, dan jalan pantai selatan (Pansela).

“Arus mudik itu bisa dibilang kejadian extraordinary sehingga kita tidak bisa menyiapkan jalan tol khusus untuk mudik. Makanya para pemudik bisa menggunakan akses lainnya sehingga jalur jalan yang ada bisa terbagi dan tidak menumpuk di satu titik,” ujarnya di sebuah acara diskusi di Jakarta, pekan ini.

Arie mencontohkan, untuk masyarakat yang akan mudik ke Semarang dan Surabaya bisa menggunakan jalan tol dan jalur Pantura. Untuk tujuan Yogyakarta dan sekitarnya bisa menggunakan jalur lintas selatan. Jalur ini jaraknya lebih panjang namun kondisi jalannya sangat baik dan panorama alamnya indah. Pengendara tidak akan jenuh selama perjalanan dibandingkan melalui jalan tol.

Tahun ini Kemenpupera membuka beberapa ruas tol yang difungsikan khusus untuk arus mudik. Total ruas jalan tol yang difungsikan mencapai 327 km dengan perincian Brebes Timur-Grinsing sepanjang 110 km dan Semarang-Surabaya sepanjang 227 km. Jalan tol ini memiliki lebar 7 m dan dilengkapi 6 rest area.

Untuk mendukung kelancaran lalu lintas khususnya yang bersinggungan dengan perempatan dan jalur kereta api, difungsikan juga 4 flyover di Klonengan, Dermoleng, Kesambi, dan Kretek. Flyover ini untuk mencegah terulangnya kepadatan yang tinggi di pintu tol Brebes Timur seperti pada musim mudik tahun lalu.

“Walaupun begitu jangan dianggap kondisinya akan lancar, dengan besarnya volume kendaraan pasti kondisinya tetap macet, hanya saja dengan difungsikannya jalan tol dan flyover ini kemacetannya bisa lebih terkendali dan lebih mudah diurai. Makanya kami himbau jangan berpatokan pada jalan tol, ada akses lainnya yang bisa jadi alternatif,” pungkasnya.