Housing-Estate.com, Jakarta - Setelah bertahun-tahun beraktifitas di banyak gedung, tahun 2019 pengurus Komite Internasional Olimpiade (International Olympic Committee/IOC) bakal punya kantor pusat baru. Gedung baru bernama Olympic House itu akan menjadi kantor 600 staf IOC yang mengurus semua aktivitas terkait olimpiade, baik olimpiade musim panas maupun dingin.

Kantor pusat IOC itu berlokasi di Lausanne, Swiss, di tapak gedung yang pernah jadi kantor pusat IOC periode 1922-1967, The Chateau de Vidy. Tapaknya seluas 2,4 ha berada di tepi danau. Untuk kebutuhan gedung yang lebih modern seluas 18.000 m2, puri tua itu akan dihancurkan. Saat ini gedung baru tersebut sudah mulai dibangun.

Proyek Olympic House sejatinya sudah dimulai sejak tahun 2013. Diawali penyelenggaraan sayembara desain oleh IOC yang dimenangi tim arsitek 3XN Architects asal Denmark. Tahun 2015 pemerintah kota dan politisi setempat menyetujui proyek senilai 160 juta franc Swiss (sekitar Rp2,2 triliun untuk nilai sekarang) itu.

Foto: 3XN Architects

Foto: 3XN Architects

IOC sendiri didirikan di Laussane tahun 1915. Kota ini dipilih karena dinilai sebagai lokasi paling netral, sesuai prinsip olimpiade yang menempatkan olah raga lepas dari politik dan SARA. Menyusul IOC, sekitar 45 federasi internasional segala cabang olah raga juga mendirikan kantor pusatnya di Lausanne. Keberadaan serta aktivitas puluhan kantor itu telah berkontribusi pada perekonomian kota dan Swiss hingga miliaran franc Swiss.

3XN Architects mendesain Olympic House dengan tiga prinsip utama: movement, flexibility and sustainability. Prinsip dynamic movement diwujudkan dengan fasade bergelombang, membuat gedung tampak berbeda dari segala sisi, sekaligus perwujudan energi para atlit yang selalu bergerak. Ruang dalamnya didesain dengan keberanian mendobrak kendala struktur.

Beberapa bagian dibuat terbuka dan fleksibel terhadap lingkunganya sehingga bisa beradaptasi pada gaya di era kapan pun. Fasade yang terbuka itu dilapis kaca sehingga cahaya alami bisa optimal masuk ke dalam ruang. Keterbukaan ini sekaligus penegasan, bahwa IOC adalah institusi yang terbuka dan mendukung transparansi. Area atrium dihiasi void lebar yang berbentuk lingkaran dan tangga utama yang juga berupa lingkaran, terinspirasi dari lambang olimpiade.

Sesuai prinsip kelestarian, beberapa bagian atapnya dijadikan taman. Fitur hijau lain juga akan diaplikasikan pada gedung untuk menghemat energi dan air. Antara lain berupa penggunaan toilet hemat air, penyediaan penampungan air hujan dan penggunaan solar cell. Beberapa material bekas gedung lama juga ada yang dipakai baik untuk konstruksi maupun pelapis bagian luar.

Sebuah taman besar ber nama the Louis-Bourget Park terhampar di sisi luar gedung dan sudah ditanami sejumlah tanaman baru untuk menambah suasana rimbun. Olympic House akan dilengkapi lima ruang pertemuan, area olah raga, serta restoran dan kafe yang terbuka untuk umum, dan piranti untuk menyiarkan aneka pertandingan olah raga di dunia.

Sumber: IOC, SwissInfo, ArchDaily & 3XN Architects