Housing-Estate.com, Jakarta - Bank BTN adalah bank yang fokus pada pembiayaan  perumahan. Untuk KPR bersubsidi, porsi pasar Bank BTN mencapai 96,69 persen dibanding bank lain. Sementara untuk KPR secara nasional mencapai 35,6 persen dengan total penyaluran hingga akhir September 2017 mencapai Rp153,81 triliun.

“Untuk KPR bersubsidi kami sudah menyalurkan untuk 466.251 rumah atau senilai Rp50,34 triliun. Sepanjang kuartal ketiga 2017 ini housing loan kami naik 19,32 persen dengan kenaikan penyaluran KPR subsidi mencapai 30,8 persen,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN saat memaparkan kinerja Bank BTN di Jakarta, awal pekan ini.

Ada dua skema penyaluran KPR subsidi yang dilaksanakan BTN. Yaitu, KPR bersubsidi dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan subsidi selisih bunga (SSB). Keduanya membuat konsumen dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa menikmati bunga subsidi 5% per tahun selama tenor kredit (maksimal 20 tahun).

Bedanya FLPP merupakan dana bergulir dengan porsi dana pemerintah 95 persen dan bank 5 persen. Sementara pada SSB pemerintah hanya mengganti selisih bunga pasar dengan bunga subsidi, sedangkan pokok kredit sepenuhnya disediakan bank penyalur KPR.

Sepanjang tahun ini Bank BTN menyalurkan KPR SSB untuk 130 ribu rumah. Pencapaian ini naik 20,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Anggaran SSB dari pemerintah cukup untuk membiayai 239 ribu rumah. Bank BTN sendiri menargetkan bisa menyalurkan KPR SSB untuk 189 ribu rumah tahun ini.

“Tahun depan akan kita lihat apakah polanya SSB atau kembali dikombinasikan dengan FLPP. Kami juga terus memperbesar penyaluran kredit mikro untuk pekerja informal walaupun tidak besar, hanya Rp50 juta per rumah. Tahun ini kredit mikro kami banyak membiayai tukang bakso. Tahun depan akan diperbesar untuk nelayan, tukang cukur, dan pekerja informal lain dengan skema akan terus diperbaiki,” jelas Maryono.