Housing-Estate.com, Jakarta - Kendati situasi pasar properti di Indonesia belum sepenuhnya pulih, pengembang Agung Podomoro Land (APL) tetap akan meluncurkan proyek properti baru di seluruh Indonesia, termasuk di Bandung sebagai kota besar yang paling dekat dengan Jakarta.

Kuartal pertama tahun depan APL akan merilis perumahan baru seluas 100 hektar (ha) di kawasan Buah Batu, Bandung Selatan, Jawa Barat. “Akhir tahun kita tes pasar,” kata Assistant Vice President Strategic Marketing Residential APL Agung Wirajaya kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (26/10).

Kendati enggan menyebut nama perumahannya, ia menyatakan proyek akan fokus mengembangkan rumah menengah atas 1-2 lantai dengan ukuran terkecil 100 m2 seharga mulai dari Rp1 miliar/unit.

Potensi hunian menengah atas di Bandung saat ini mengarah ke wilayah Bandung Selatan karena wilayah lain sudah penuh selain harga lahannya sudah tinggi. “Susah cari tanah di Bandung Utara. Harga tanahnya sudah mahal. Sekarang arahnya ke selatan untuk hunian menengah atas yang secara konsep green dapat banget. Timur tanahnya masih banyak tapi segmen lebih ke bawah,” kata Agung.

Proyek joint operation itu memiliki view ke kawasan wisata Kawah Putih Ciwidey dan kebun kopi di Pengalengan. Lahan seluas 50 ha dialokasikan khusus untuk ruang terbuka hijau. APL menargetkan pembeli 50 persen adalah warga Jabodetabek menengah atas yang ingin menghabiskan masa tua di Bandung. “Tidak semua proyek APL yang dikembangkan di daerah dibeli orang lokal. Warga Jabodetabek justru pasarnya cukup besar,” jelasnya.

Contoh, lanjutnya, Orchard Park Batam, sekitar 40 persen pembelinya warga Jabodetabek yang punya kepentingan bisnis di Singapura, 40 persen orang Batam dan Kepulauan Riau, 20 persen dari kota lain seperti Medan, Surabaya dan Palembang.

Agung optimis proyek barunya bisa diserap pasar mengingat saat ini pemerintah sibuk menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur yang memperlancar hubungan Jakarta-Bandung. Sebut saja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dan pembangunan jalan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek. “Kalau infra itu sudah jadi, nanti ada orang tinggal di Bandung kerjanya di Jakarta. Hal itu sudah terjadi di Amerika. Orang tinggal di Brooklyn, kerja di Manhattan,” ujarnya.